Computer Vision  

Rabu, 23 Maret 2011

             
           Terminologi lain yang berkaitan erat dengan pengolahan citra adalah Computer Vision.  Computer vision   merupakan proses otomatis yang mengintegrasikan sejumlah besar proses  untuk persepsi visual, seperti  akuisisi citra, pengolahan citra, pengenalan  dan membuat  keputusan.
Computer vision mencoba meniru cara kerja sistem visual manusia (human vision) yang  sesungguhnya sangat kompleks.  Manusia melihat dengan objek dengan indera penglihatan (mata), lalu citra objek diteruskan ke  otak untuk diinterpretasi sehingga manusia mengerti objek apa yang tampak dalam pandangan  mata. Hasil interpretasi ini digunakan untuk pengambilan keputusan (misal menghindar kalau melihat ada mobil di depan).

Proses-proses dalam computer vision :
-  memperoleh atau mengakuisisi citra digital
-  operasi pengolahan citra
-  menganalisis dan menginterpretasi citra dan menggunakan hasil pemrosesan untuk tujuan tertentu,   misal memandu robot, mengontrol peralatan, dll.

 Pengolahan citra merupakan proses awal pada computer vision, pengenalan pola merupakan
proses untuk menginterpretasi citra.
»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Judul Skripsi atau Tugas Akhir Pengolahan CItra  

Rabu, 01 Desember 2010
berdasarkan pengalaman saya dulu, saya ingin membatu para mahasiswa tingkat akhir yang sulit sekali mencari dan menetukan judul skripsinya. mungkin untuk sebuah judul saja bisa memakan waktu dua bulanan untuk fix dengan para dosen.

berikut merupakan beberapa contoh tugas akhir khusus bidang pengolahan citra

  1. PENERAPAN METODE INTERPOLASI LINEAR PADA PEMBESARAN CITRA
  2. SHARPENING GAMBAR DG METODE KERVEL KONVOLUSI
  3. EFEK SMEARRING DG MENGGUNAKAN TEKNIK PERTUKARAN PIXEL
  4. IMPLEMENTASI ALGORITMA CLIPPING UNTUK PROGRAM PEMECAH FILE GAMBAR
  5. PENERAPAN IDENTIFIKASI EDGE PADA AREA IMAGE DG MENGGUNAKAN ALGORITMA SOBEL EDGE DETECTION DAN CRACK EDGE RELAXATION
  6. Teknik Kompresi Citra Fraktal Berbasis Metode Two Level Image Partition
  7. Metode Akses Spasial Bersarang Pada Citra Dua Dimensi ( The NR-Tree: A spatial Access Method For Two-Dimensional Image)
  8. Pembentukan Panorama dengan Image Mosaicing
  9. Morphing Berbasis Vektor pada Objek Dua Dimensi Berdasarkan Model Extended Circular Image (ECI)
  10. Analisis Dekomposisi Wavelet-Based Subband pada Image Restoration
  11. Steganography pada Binary Images Menggunakan EDGE Detection
  12. Identifikasi Noice pada Blind Image dengan Menggunakan Analisa Local Histogram
  13. Implementasi Teknik Adaptive Digital Image Watermarking
  14. Perbaikan Kualitas Citra Digital Menggunakan Metode Fuzzy Image Filtering dengan Sharpening
  15. Implementasi dan Analisa Perbandingan Antara Algoritma JPEG-LS dan JPEG 2000 pada Lossless Image Compression
  16. Aplikasi Adaptasi Format Image Berdasar Type Mini Browser
  17. Smoothing Image Dengan Metode Gaussian Filtering
  18. Teknik Kompresi Citra Fraktal Berbasis Metode Two Level Image Partition
  19. Deteksi Muka Depan Manusia dari Sebuah Citra Berwarna dengan Template Matching
  20. Perancangan dan implementasi sistem citra steganography menggunakan metode transformasi dudex
  21. Implementasi Teori Fraktal Pada Kompresi Citra Dengan System Fungsi Iterasi Terpartisi
  22. Implementasi Edge Detection Filtering pada Citra Digital dengan Metode Prewitt Operator dan Sobel Operator
  23. Perancangan dan Implementasi Teknik Watermarking pada citra Digital menggunakan Blowfish dan Message Digest 5
  24. Penajaman Sisi Citra Menggunakan Metode Fourier Phase Only Synthesis dengan pembetulan Fase
  25. Pendeteksian Sisi menggunakan Isotropic Operator dengan Proses Awal Pemuliaan Citra menggunakan Teknik Manipulasi Histogram
  26. Segmentasi Citra Digital Menggunakan Algoritma Region Merging dan Representasi Quadtree
  27. Analisa Performansi Filtering Citra Digital Menggunakan Metoda Two-Dimensional Median Filter Dan Multilevel Median Filter
  28. Perancangan Dan Implementasi Teknik Watermarking Pada Citra Digital Dengan Metode Fractal
  29. Perancangan Aplikasi Pengolahan Citra dalam Studi Kasus Pengujian Logam
  30. Implementasi Pengolahan Citra dalam Proses Seleksi Kemasan Minuman Kaleng
  31. Aplikasi Pengolahan Citra Sebagai Alat Bantu Pengawas Keamanan

mudah-mudahan berguna untuk kita semua, yang perlu kalian ketahui bidang ini sangat MEnarik teman :)
semangat...
»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Operasi Pengolahan citra digital  

Sabtu, 10 April 2010
Operasi-operasi yang dilakukan di dalam pengolahan citra banyak ragamnya. Namun, secara umum, operasi pengolahan citra dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis sebagau berikut:

1. Perbaikan kualitas citra (image enhancement).
Jenis operasi ini betujuan untuk memperbaiki kualitas citra dengan cara memanipulasi parameter-parameter citra. Dengan operasi ini, ciri-ciri khusus yang terdapat di dalam citra lebih ditonjolkan.
Contoh-contoh operasi perbaikan citra:
a. Perbaikan kontra gelap/terang
b. Perbaikan tepian objek (edge enhancement)
c. Penajaman (sharpening)
d. Pemberian warna semu (pseudocoloring)
e. Penapisan derau (noise filtering)



Gambar 2.1 contoh penajaman citra (Sharpening)
2. Pemugaran citra (image restoration)
Pemugaran citra merupakan proses merekonstruksi atau mendapatkan kembali citra asli dari sebuah citra yang cacat atau terdegradasi agar dapat menyerupai citra aslinya. Pemugaran citra berkaitan dengan penghilang atau pengurangan degradasi pada citra yang terjadi karena proses akusisi. Citra degradasi yang dimaksud termasuk derau (yang merupakan error dalam nilai piksel) atau efek optik misalnya blur (citra kabur) akibat kamera yang tidak fokus atau karena gerakan kamera (Marvin, 2005).

Operasi pemugaran citra bertujuan untuk menghilangkan atau meminimumkan cacat pada citra. Tujuan pemugaran citra hampir sama dengan operasi perbaikan citra. Bedannya, pada pemugaran citra penyebab degradasi gambar dapat diketahui.
Contoh-contoh operasi pemugaran citra:
a. Penghilangan kesamaran (deblurring)
b. Penghilau derau (noise)


Gambar 2.2 contoh penghilang noise
3. Pemampatan citra (image compression)
Jenis operasi ini dilakukan agar citra dapat dipresentasikan dalam bentuk yang lebih kompak sehingga memerlukan memori yang lebih sedikit. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemampatan adalah citra yang telah dimampatkan harus tetap mempunyai kualitas gambar yang bagus. Contoh metode pemampatan citra adalah metode JPEG.
4. Segmentasi citra (image segmentation)
Jenis operasi ini bertujuan untuk memecah suatu citra ke dalam beberapa segmen dengan suatu kriteria tertentu. Jenis operasi ini berkaitan erat dengan pengenalan pola.
5. Pengorakan citra (image analysis)
Jenis operasi ini bertujuan menghitung besaran kuantitatif dari citra masuk untuk menghasilkan deskrpisinya. Teknik pengolahan citra mengekstraksi ciri-ciri tertentu yang membantu dalam identifikasi objek. Proses segmentasi kadangkala diperlukan untuk melokalisasi objek yang diinginkan dari sekelilingnya. Contoh-contoh operasi pengorakan citra:
a. Pendeteksian tepi objek (edge detection)
b. Ektraksi batas (boundary)
c. Representasi daerah (region)



Gambar 2.3 contoh pendeteksian tepi (Edge detection)


6. Rekonstruksi citra
Jenis operasi ini bertujuan untuk membentuk ulang objek dari beberapa citra hasil proyeksi. Operasi rekonstruksi citra banyak digunakan dalam bidang medis. Misalnya beberapa foto rontgen dengan sinar X digunakan untuk membentuk ulang gambar organ tubuh.
»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Citra  

Jumat, 09 April 2010
Citra adalah kumpulan elemen gambar yang secara keseluruhan merekam suatu adegan melalui media indra visual. Citra dapat dideskripsikan sebagai data dalam dua dimensi dalam bentuk matriks M x N. citra digital adalah citra dua dimensi yang dapat direpresentasikan dengan sebuah fungsi intensitas cahaya dimana X dan Y menyatakan kordinat spasial. Elemen terkecil dari sebuah citra digital disebut dengan image element yaitu piksel. Citra ada dua macam yaitu:
1. Citra continue, dihasilkan dari sistem optik yang menerima sinyal analog. Contoh: mata manusia dan kamera analog.
2. Citra diskrit/digital, dihasilkan melalui proses digitalisasi terhadap citra kontinue. Contoh: kamera digital dan scanner.
Citra adalah fungsi dua dimensi dari intesitas cahaya. Intensitas disebut juga dengan brightness (tingkat kecerahan). Fungsi citra F(x,y) ditentukan oleh dua komponen yaitu iluminasi dan refleksi sehingga:
F(x,y) = I (x,y) r (x,y)
Dimana I (x,y) adalah iluminasi yang datang dari sumber cahaya dan r (x,y) adalah koefisien refleksi atau transmisi objek.

Pengetian Citra secara harfiah merupakan gambar pada bidang dwimatra (dua dimensi). Citra merupakan fungsi menerus (continue) dari intensitas cahaya pada bidang dwimatra. Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya ini dapat ditangkap oleh alat-alat optik misalnya mata pada manusia, kamera, pemindai (scanner), dan lain sebagainnya sehingga bayangan objek yang disebut citra terekam (Munir, 2004).
Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekam data dapat bersifat:
1. Optik berupa citra gambar atau foto
2. Analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televisi.
Citra bergerak adalah rangkaian citra diam yang ditampilkan secara beruntun (sekunsial) sehingga memberikan kesan pada mata kita sebagai gambar yang bergerak. Setiap citra dalam rangkaian tersebut disebut frame. Gambar-gambar yang tampak pada film layar lebar atau televisi pada hakekatnya terdiri atas ratusan atau ribuan gambar. Citra yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah citra diam (still image). Citra dalam adalah citra tunggal yang tidak bergerak.

Citra digital dapat diperoleh secara automatis dari sistem penangkapan citra digital yang memerlukan proses pencuplikan terhadap suatu objek tiga dimensi dan membentuk matriks dimana elemen-elemennya menyatakan nilai intesitas cahaya. Citra digital merupakan citra yang disimpan dalam format digital dan hanya citra digital yang dapat diolah menggunakan komputer. Jenis citra lain jika akan diolah dengan komputer harus diubah dahulu menjadi citra digital.
»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


 

Design by Amanda @ Blogger Buster