Download Portable Software  

Jumat, 24 April 2009
Terkadang jika kita hendak memakai komputer orang, Tapi sering bingung sendiri, cos mungkin browser yang ada di komputer itu bukanlah browser yang biasa kita pakai, atau office tools yang ada di komputer itu bukanlah yang biasa kita pakai. Dan sebagainya, dan sebagainya..
Saat ini sedang banyak sekali yang mengembangkan software portable. Software portable adalah suatu software yang bisa dipakai tanpa memerlukan instalasi kedalam operating system, cukup double click saja file utama software tersebut, maka software yang ingin kita jalankan pun dapat running di komputer yang sedang kita pakai...
Dari segi pemakaian software jenis ini sangat bermanfaat sekali. sebab kita bisa menyimpannya ke dalam thumb-drive(flash disk) atau sisi lain partisi hard-disk, sehingga partisi utama hard-disk kita yang berisi opreating system bisa kita reduce(kurangi) size pemakaiannya..
portableapps.com
mungkin karena website ini resmi, so software berupa freeware dan open source n sejenisnya lah..
»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Download Rapidshare cepet..  

haha, mau download rapidshare lebih cepat..

emang gk secepat jadi acount premium, tapi
bisa lebih cepat dari yang gratisan juga...

kunjugin aja disini

tapi jgn lupa daftar dulu yagh...
»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Tutorial photoshop - colouring (mewarnai)  

Jumat, 17 April 2009
Duh mau nerangin gie yah, sory ni namanya juga baru pemula..
Jadi harap bgt untuk dimaklumi yahhhhhh (thanx before) Oh iya dapat ide nih mau nulis apa, berhubung teman kosan saya yang namanya
NdunKz itu pengen bgt diajarin tehnik pewarnaan oke mulai belajar lagi yahhh jadi
begini caranya..


Keterangan Gambar!!!!
1. Pertama kita buka file yang akan kita warnai, lalu kita dapat memilih beberapa
bagian dari sebuah gambar atau mau merubah warna seluruhnya. Pada gambar
saya ingin mengganti warna rambut sebelah kanan dengan menggunakan
magic wand – klik pada rambut yang ingin diganti warnanya.
2. Pilih image – adjustments – hue / saturation atau dengan Ctrl + U
3. Pada jendela hue / saturation kita pilih colorize seperti pada digambar setelah
itu dapat mengatur Hue , Saturation dan lightness sehinngga mendaptkan
warna yang kita hendaki. …


YAgh sperti itu lagh teman..
»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Tutorial photoshop - Magic photo  

magic foto ?? apayah maksudnya…
Jadi gini maksud dari chapter ini, kita akan membuat suatu efek photo dimana hanya
objek yang kita pilih saja berwarna aslinya sedangkan sekelilingnya berwarna hitam-
putih, mau tau gak caranya??
Jadi gini ceritanya teman

Blogger: Cindy Trias - Edit Post "Tutorial photoshop - Magic photo"

Keterangan gambar…

1. Pertama kita buka file yang akan kita edit, lalu kita klik menu layer pada toolbar
– lalu pilih menu new adjustment layer – lalu pilih hue / saturation – lalu ketikan
magic – dan klik OK.
2. Pada menu hue/saturation kita atur seperti dibawah ini:
Edit : master
Hue : -180

Saturation : -100
Ligthness : 0 (lalu klik OK)
3. Setelah itu gambar pada canvas menjadi hitam-putih, dan kita pastikan foregen
colour warna hitam menjadi default colour dan putih menjadi background.
4. Setelah itu kita mengembalikan warna dengan menggunakan brush tool. Dengan
menggunakan brush tool kita mengembalikan warna pada objek yang kita pilih..
Berikut adalah hasilnya..

»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Tugas RPL  

Senin, 23 Februari 2009
masih buntu mau nulis apa....
»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Meluruskan Salah Kaprah Rekayasa Perangkat Lunak  

Jumat, 20 Februari 2009

by Romi Satria Wahono

classdiagram.jpgRekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering), sedikit mengalami pergeseran makna di realita dunia industri, bisnis, pendidikan maupun kurikulum Teknologi Informasi (TI) di tanah air. Di industri, para tester, debugger dan programmer sering salah kaprah menyandang gelar Software Engineer. SMK di Indonesia juga latah dengan membuka jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, meskipun secara kurikulum hanya mengajari bahasa C atau Pascal (mungkin lebih pas disebut jurusan pemrograman komputer) ;) Tulisan ini berusaha meluruskan salah kaprah yang terjadi tentang Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) berdasarkan kesepakatan, acuan, dan standard yang ada di dunia internasional.

Sejarah munculnya Rekayasa Perangkat Lunak sebenarnya dilatarbelakangi oleh adanya krisis perangkat lunak (software crisis) di era tahun 1960-an. Krisis perangkat lunak merupakan akibat langsung dari lahirnya komputer generasi ke 3 yang canggih, ditandai dengan penggunaan Integrated Circuit (IC) untuk komputer. Performansi hardware yang meningkat, membuat adanya kebutuhan untuk memproduksi perangkat lunak yang lebih baik. Akibatnya perangkat lunak yang dihasilkan menjadi menjadi beberapa kali lebih besar dan kompleks. Pendekatan informal yang digunakan pada waktu itu dalam pengembangan perangkat lunak, menjadi tidak cukup efektif (secara cost, waktu dan kualitas). Biaya hardware mulai jatuh dan biaya perangkat lunak menjadi naik cepat. Karena itulah muncul pemikiran untuk menggunakan pendekatan engineering yang lebih pasti, efektif, standard dan terukur dalam pengembangan perangkat lunak.

Dari berbagai literatur, kita dapat menyimpulkan bahwa Rekayasa Perangkat Lunak adalah:

Suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal requirement capturing (analisa kebutuhan pengguna), specification (menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna), desain, coding, testing sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

Kalimat “seluruh aspek produksi perangkat lunak” membawa implikasi bahwa bahwa Rekayasa Perangkat Lunak tidak hanya berhubungan dengan masalah teknis pengembangan perangkat lunak tetapi juga kegiatan strategis seperti manajemen proyek perangkat lunak, penentuan metode dan proses pengembangan, serta aspek teoritis, yang kesemuanya untuk mendukung terjadinya produksi perangkat lunak.

Kemudian tidak boleh dilupakan bahwa secara definisi perangkat lunak tidak hanya untuk program komputer, tetapi juga termasuk dokumentasi dan konfigurasi data yang berhubungan yang diperlukan untuk membuat program beroperasi dengan benar. Dengan definisi ini otomatis keluaran (output) produksi perangkat lunak disamping program komputer juga dokumentasi lengkap berhubungan dengannya. Ini yang kadang kurang dipahami oleh pengembang, sehingga menganggap cukup memberikan program yang jalan (running program) ke pengguna (customer).

Rekayasa Perangkat Lunak bukan merupakan cabang ilmu Computer Science yang mempelajari tentang technical coding. Ini yang sering salah kaprah dipahami, sehingga pelajar, mahasiswa atau bahkan calon dosen ;) shock ketika dihadapkan dengan buku-buku textbook Rekayasa Perangkat Lunak yang selalu tebal dengan penjelasan sangat luas tentang bagaimana perangkat lunak diproduksi, dari aspek requirement capturing, desain, arsitektur, testing, kualitas software, sampai people/cost management. Dan ini adalah suatu kesepakatan yang sudah diterima umum tentang Rekayasa Perangkat Lunak, sejak jaman Roger S Pressman menulis buku “Software Engineering: A Practitioner’s Approach”, sampai Ian Sommerville yang kemudian datang dengan buku “Software Engineering” yang sudah sampai edisi ke 7, maupun pendatang baru semacam Hans Van Vliet, Shari Lawrence Pfleeger maupun James F Peters.

Terus bagaimana kalau kita ingin memperdalam masalah technical coding dan programming? Ada dua cabang ilmu lain yang membahas lebih dalam masalah ini, yaitu: Algoritma dan Struktur Data, dan Bahasa Pemrograman.

Kok bisa begitu, dasarnya darimana? Jadi pada hakekatnya, sebagai sebuah disiplin ilmu, Computer Science itu juga memiliki definisi, ruang lingkup, klasifikasi dan kategorisasinya. Klasifikasi yang paling terkenal dikeluarkan Task Force yang dibentuk oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ACM (Association for Computing Machinary (http://acm.org)) yang dipimpin oleh Peter J Denning, yang kemudian terkenal dengan sebutan Matriks Denning. Sangat jelas bahwa Matriks Denning memisahkan antara cabang ilmu Software Engineering dengan Algoritma dan Struktur Data, serta Bahasa Pemrograman. Itulah di paragraf awal saya sebut bahwa lebih tepat SMK, akademi atau universitas menggunakan nama jurusan (atau mata kuliah): Pemrograman Komputer, Algoritma dan Struktur Data, atau Bahasa Pemrograman, kalau memang materinya hanya mempelajari masalah bahasa pemrograman secara teknis.

Nah terus pertanyaan kembali muncul, jadi sebenarnya apa yang menjadi ruang lingkup ilmu Software Engineering itu apa? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan banyak orang, semakin banyak peneliti dan praktisi menulis maka semakin bervariasi pemahaman yang muncul, semakin banyak buku yang terbit semakin membingungkan pelajar dan mahasiswa dalam memahami secara komprehensif apa itu Rekayasa Perangkat Lunak.

Kegelisahan ini dijawab tuntas oleh IEEE Computer Society (http://computer.org) dengan membentuk tim di tahun 1998 dimana tim tersebut mulai menyusun pemahaman standard (body of knowledge) tentang bidang ilmu Software Engineering, yang kemudian terkenal dengan sebutan SWEBOK (Software Engineering Body of Knowledge). Sudah ada dua versi SWEBOK ini, yaitu yang diterbitkan tahun 1999 dan terakhir tahun 2004.

Tiada gading yang tak retak kata orang bijak, project IEEE Computer Society tentang SWEBOK ini sebenarnya juga banyak dikritik oleh pakar yang lain. Paling tidak dua tokoh besar dunia Software Engineering yaitu Cem Kaner and Grady Booch tidak terlalu setuju dengan materi yang ada di dalam SWEBOK, bahkan menyebutnya sebagai sebuah guide yang misguided ;) Terlepas dari hal itu, boleh dikatakan SWEBOK cukup bisa diterima banyak pihak.

Selain SWEBOK, sebenarnya ada project lain yang mirip dalam usaha menyusun pemahaman standard dalam bidang Software Engineering, yaitu CCSE (Computing Curriculum Software Engineering). Project ini juga disponsori oleh IEEE Computer Society dan ACM , hanya orientasinya sedikit berbeda, yaitu untuk membentuk kurikulum standard berhubungan dengan bidang ilmu Software Engineering. Hal ini berbeda dengan orientasi SWEBOK yang lebih umum melingkupi dunia akademisi dan praktisi.

Catatan: Edisi lengkap dari tulisan ini dapat dibaca di majalah SDA Magazine edisi Juni 2006.

REFERENSI
[1] Guide to the Software Engineering Body of Knowledge 2004 Version (SWEBOK), A Project of the IEEE Computer Society Professional Practices Committee, http://www.swebok.org, 2004.
[2] IEEE Standard Glossary of Software Engineering Technology, IEEE Std 610.12-1990, Institute of Electrical and Electronics Engineers, New York, 1990.
[3] Hans Van Vliet, Software Engineering - Principles and Practice, John Wiley & Sons, 2000.
[4] Peter J Denning, Computer Science: the Discipline, In Encyclopedia of Computer Science (A. Ralston and D. Hemmendinger, Eds), 1999.
[5] James F. Peters and Witold Pedrycz, Software Engineering: An Engineering Approach, John Wiley & Sons, 2000.
[6] Roger S. Pressman, Software Engineering: A Practitioner’s Approach Fifth Edition, McGraw-Hill, 2004.
[7] Ian Sommerville, Software Engineering 7th Edition, Addison-Wesley, 2004.

ttd-small.jpg

»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Mendapatkan Link Popularity dari Artikel Directory  

Senin, 02 Februari 2009
Salah satu cara ampuh untuk mendapatkan link popularity dan menaikkan page ranking dimata search engine adalah dengan cara mengirim (submit) artikel ke banyak direktori artikel ( Articles Directory ) semakin banyak artikel kita yang di approve (diterima) makin bagus pula popularity website kita di search engine sehingga dapat menaikkan traffic, selain itu dengan banyaknya artikel kita yang "nempel" di situs lain kemungkinan kita mendapatkan traffic gratis juga semakin besar.

Direktori artikel umumnya mempunyai page ranking yang tinggi ( PR 5 keatas) di google, sehingga dengan adanya link kita yang biasanya ada di signature artikel nempel di situs yang page rankingnya tinggi kemungkinan kita akan dapat "pembagian" PR 1 atau 2 tingkat. Saya merekomendasikan ezinearticles.com, articlecity.com dan articledashboard.com, saya juga membuat sebuah artikel directory ArticleCillin.com untuk anda coba.

Salah satu tool yang bagus untuk mempermudah pengiriman (submit ) artikel ke banyak artikel direktori adalah article submitter. Dengan tool ini proses pengiriman artikel menjadi lebih sederhana dan cepat karena kita tidak perlu mengulang - ulang mengisi form article submit, form ini akan diisi secara otomatis oleh article submitter, sehingga yang kita lakukan hanyalah mengisi category dan kita langsung bisa submit artikel tersebut ke direktori artikel.

Secara default article submitter menyertakan lebih dari 100 alamat article directory yang langsung bisa kita kirim (submit) artikel kita, daftar directory artikel ini dapat kita tambah atau kita kurangi sesuai dengan direktory artikel yang kita ikuti, di article submitter saya ada sekitar 100 alamat semua bisa saya submit artikel dalam waktu 2 jam.

Sebelum mulai submit artikel kita terlebih dahulu harus mendaftar (sign up) ke semua direktori artikel tersebut dan setelah kita terdaftar dan conform kita dapat submit artikel sebanyak banyaknya. Saran saya pada waktu mendaftar gunakan lah username yang sama untuk semua direktori artikel dan gunakan alamat email pada waktu mendaftar sebagai username. Selamat mencoba

Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori search engine artikel dengan judul Mendapatkan Link Popularity dari Artikel Directory
»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu  

Kamis, 29 Januari 2009
by Romi Satria Wahono

entrepreneurship.gifMas Romi, selama kuliah kan kita sebagai mahasiswa nggak sempat latihan berbisnis. Padahal aku tuh pinginnya begitu lulus langsung bisa mandiri alias bikin perusahaan sendiri. Gimana ya caranya. (Maria, Samarinda)

Aku ini kutu kupret mas, mahasiswa teknik informatika tapi kemampuan coding lemah. Kalau buat-buat desain sih lumayan mas, photoshop dan coreldraw itu peganganku tiap hari. Aku mimpi pingin berbisnis sendiri, cuman nggak ngerti gimana dan apa yang harus aku pelajari sekarang. Bantu aku dong mas. (Irwan, Bandung)

Dua pertanyaan yang sering muncul ketika saya mengisi seminar dan workshop di kampus-kampus tentang entrepreneurship. Pertanyaan yang harus kita hargai karena generasi muda kita punya semangat untuk hidup mandiri dan tidak tergantung kepada belas kasihan orang lain. Banyak cara saya menjawab, hanya mungkin untuk mahasiswa yang masih polos dan lugu, saya beri 10 kiat mudah seperti berikut ini.

  1. Pelajari latar belakang teman satu angkatan. Bapak dan ibunya kerja sebagai apa misalnya. Apakah ada yang menjadi dokter, mengelola klinik, rumah sakit atau apotik? Atau mungkin ada yang punya toko buku atau pengelola perpustakaan? Oh mungkin ada yang bekerja di bengkel? Pelajari semua dan cari informasi sebanyak mungkin? Lha untuk apa? Hush diam dulu, ikuti kiat kedua ;)

  2. Ok sekarang pilih, cari teman yang bisa diajak kompromi, yang cukup dekat atau bahkan sahabat, dan punya semangat sama untuk terjun bebas memulai berbisnis. Anggap kita pilih yang kebetulan bapaknya punya atau mengelola apotik. Lho terus mau digimanain tuh?

  3. Cari buku di toko buku, ada nggak buku tentang belajar bahasa pemrograman yang menggunakan contoh membangun aplikasi atau sistem informasi manajemen (SIM) untuk apotik? Cari buku sampai yang terselip di rak-rak toko buku. Kadang ada buku yang meskipun desain covernya jelek, tapi studi kasusnya lengkap, bahkan source codenya dibagi. Nggak dapat juga? Ok ayo cari yang open source saja, coba cek dari sf.net, saya yakin bisa ditemukan. Lha kalau belum nemu juga? Coba Googling deh :)

  4. Sekarang mulai oprek SIM untuk apotik tadi. Mulai pelajari kodenya, oprek dan tambahkan fungsi-fungsi yang diperlukan. Masih sederhana dulu nggak papa. Buka semua file image, baik gif, jpg, dan png. Lakukan editing atau buat image baru yang unik dan khas. Intinya percantik desainnya, ini enteng kan, apalagi anda jagoan manipulasi image dan foto (asal jangan porno) :) Jangan lupa cek lisensinya supaya tidak melanggat, dan juga beri credit ke pengembang asal kalau itu opensource. Nggak perlu risih untuk memasukkan satu kalimat “Powered by …. ” atau “Engine by …” pada SIM Apotik yang kita oprek tadi.

  5. Eng-ing-eng … kita sudah punya produk berupa software yang siap ditawarkan nih, meskipun sederhana dan engine-nya ngambil dari contoh di buku atau opensource. Nah obrolkan dengan teman yang kita pilih tadi, minta dia “merayu” bapaknya supaya mau pakai software SIM itu di apotik milik beliau. Nggak perlu bayar kok, gratis, tinggal nyediakan PC atau laptopnya saja, itupun nggak perlu canggih-canggih. Komputer tua saja toh SIM kita juga belum banyak fiturnya.

  6. Hore berhasil diimplementasikan! Berdua dengan sahabat kita tadi, bantu pegawai apotik untuk entri data yaitu data daftar obat yang disediakan oleh apotik. Jangan lupa buat spanduk kecil dan brosur diatas komputer tadi, beri tulisan:”Apotik ini Dikelola dengan Sistem Informasi Manajemen Apotik (SIMAPO) ver 1.0;)

  7. Jangan puas sampai disitu, buat situs untuk promosi, kalau nggak ada modal pakai saja blog gratisan dengan Wordpress.Com atau Blogspot.Com. Ngeblog deh, ceritakan bagaimana SIMAPO itu dikembangkan. Tulis juga pengantar tentang sistem informasi manajemen, tentang obat-obatan, tentang apotik, tentang kenapa apotik harus memanfaatkan IT. Kalau perlu manjakan pengunjung dengan daftar apotik seluruh Indonesia, data dari mana? Ya cari dari YellowPage atau Googling yo :) Ops jadi kelupaan, jangan lupa beri tulisan yang agak gede: “SIMAPO ver 1.0 Telah diimplementasikan di Salah Satu Apotik di Kota Besar di Indonesia“.

  8. Masih belum boleh puas :) Rayu teman lain yang punya tetangga, kakek, nenek, bapak, ibu, paman atau saudaranya baik jauh maupun dekat yang mengelola apotik. Minta supaya mau install, gratis, tapi kalau mau bayar juga nggak nolak, Rp 500.000 deh, kalau ditawar Rp 50.000 ya nggak masalah. Anggap saja ada ongkos naik angkot untuk install SIM-nya :). Jangan lupa update spanduk dan brosur, “Apotik Ini Dikelola dengan SIMAPO ver 1.0, Sistem Informasi Manajemen untuk Apotik yang telah Diimplementasikan di Beberapa Kota Besar di Indonesia“.

  9. Alhamdulillah sudah dapat dua customer coi! Meskipun masih gratisan, tapi lumayan untuk nambahi Portfolio :) Mulai oprek-oprek lagi aplikasi Apotik kita, tambahkan fitur berdasarkan feedback dari Apotik yang sudah menggunakan. Benahi lagi user interface, percantik lagi, buat yang lebih segar dan unik, beri versi baru 1.1. Mulai tawarkan lagi, hanya jangan lagi gratis, Rp 300.000 atau Rp 700.000 gitu deh, tapi kalau teman sendiri yang minta asal ada ongkos jalan juga OK :) Mudah-mudahan bisa terus berkembang, atau dalam 1-2 tahun jangan-jangan sudah mulai bisa ikutan tender Departemen Kesehatan dengan pagu Rp 100 juta tuh untuk SIM Apotik … hehehe

  10. Kalau sudah matang dengan satu produk, terus perbaiki produk itu sampai lengkap fiturnya. Dan kalau tertarik untuk mengembangkan produk lain, mulai lagi dari tahap pertama, cari teman lagi yang bapaknya punya bengkel, pengelola perpustakaan, punya toko buku, dsb. Lha siapa tahu bisa bikinkan aplikasi untuk bengkel, perpustakaan atau toko buku. :)

Nggak terasa, setelah melewati tahapan ke 10, dua mahasiswa lugu kita telah menjelma menjadi dua orang entrepreneur :) Di saat teman-teman yang lain masih pontang-panting membawa surat lamaran pekerjaan, kedua mahasiswa ini ketika lulus sudah bisa mandiri, punya produk yang mapan, yang siap dijual dan ditawarkan ke berbagai institusi atau perusahaan. Ternyata masuk universitas tidak sia-sia lho, ilmu yang dipelajari di kampus alhamdulilah bisa digunakan untuk kehidupan kita, bahkan bisa membuka lapangan kerja baru :)

Tetap dalam perdjoeangan!

ttd-small.jpg

»»  Baca selengkapnya...
AddThis Social Bookmark Button

Email this post


 

Design by Amanda @ Blogger Buster